Kamis, 12 Mei 2011

RUMAH KOSONG GLORA

         “Sampai sekarang mataku masih menatap pintu rumah besar itu, baru 5 menit yang lalu kulihat bayangan hitam melintas dengan cepat. Tak hanya aku saja yang melihat seperti itu, tapi dari beberapa orang yang melewati rumah itu menjadi saksi” ujar Bela gadis berumur 17 tahun itu.
“Bela...” lintas pikiran Bela tentang rumah itu hilang tiba-tiba ketika mendengar teriakan Andi.
“Heh...La! ngapain sih bengong gitu..?! kenapa liat rumah kosong itu ya..?” tanya Andi. “He’ehmm...itu ada orangnya g’ sih? Tadi aku liat bayangan orang lewat” tanya Bela sambil menjawab pertanyaan Andi tadi. “Ooowhh...emang udah biasa itu mah. Eh gimana klo malem ini kita coba cek rumah itu sebagai bukti dari rasa penasaran kita selama ini! Nanti aku ajak temen-temen yang lain, gimana...?”
“Hahh...??!!!” jawab Bela dengan begitu terkejut, sebagai siswi baru di SMAN 05. “Hmmm...tapi okelah klo begetoo! Aku setuju. Sipp jam 9 malem ngumpul di sekolah, ok?”.
“Ok..ok..!” kata Andi menjawab dengan tegas.
***
“Housshh.. .” suara angin terdengar berbisik di telinga menyelimuti dinginnya malam di halaman sekolah. Berdiri sendiri dengan 1000 rasa takut dibenak.
“Tap tap tap” suara langkah kaki terdengar dari sudut koridor sekolah. “Siapa itu?” tengok Bela ke samping kanannya, lalu “Aaaaa... .. . .” dengan cepat Bela berlari ke luar gerbang. “Bruk!!!” begitu takutnya hingga tak dilihat langkah kemana ia berlari. Sambil berteriak, ketika Bela membuka matanya ternyata keempat temannya yang baru masuk gerbang sekolah.
“Tenang La, ada apa? Kenapa kamu lari-lari sambil teriak?” tanya Desi, salah satu teman Bela di kelas. “Itu..tadi, tadi aku liat kakek-kakek disampingku, waktu aku nengok ke kanan” jawab Bela dengan keringat dingin dan bulu kuduk berdiri. “Masa sih??? Trus gimana nih Di..? Bela udah ketakutan gitu!” kata Desi yang mulai merasa takut.
“Aduh...tunggu bentar ya, kebelet nih..! temenin yuk Ton, mau ke toilet” ajak Alex pada Toni dengan mendadak. Pergilah ke dua teman Bela untuk ke toilet sekolah.
“Yaudah klo begitu kita batalin expedisi kita & pulang ke rumah masing-masing. Tapi kita tunggu Alex sama Toni dulu” ujar Andi.
            30 menit berlalu tapi Alex dan Toni belum kembali juga dari toilet. Raut wajah khawatir pun sudah mulai nampak pada wajah Andi. “Andi, mereka belum kembali nih..kita susul aja yuk” ajak Desi. “Ok, kita susul mereka” jawab Andi.
“Trek” sambil menyalakan senter, Andi, Bela dan Desi berjalan di koridor sekolah. “Kring..kring...” tiba-tiba Handphone Bela berbunyi.
“Halo, Alex?”
“La, kamu dimana? Aku sama Toni nyasar nih g’ tau dimana? Disini gelap banget..!”
“Aku, Andi sama Desi lagi nyari kalian berdua! Katanya kalian ke toilet makanya kita masuk ke gedung sekolah. Sekarang kita lagi di koridor”
“Cepet ya! Serem banget nih disini gelap g’ keliatan apa-apa” kata Alex dengan rasa takut yang sangat.
            “Aoouuuw.. . aduh Desi jangan injek kakiku donk!” tegur Bela pada Desi. “Siapa yang injek! Aku dibelakangmu, gimana bisa injek! Ya.. senterku mati..!”
“Sama punyaku juga” kata Andi sambil memegang senternya yang mati.
“Ehh..punyaku juga nih...! duhh gimana nih..gelap banget” kata Bela dengan jantung yang berdebar-debar sambil memegang handphonenya di tangan kirinya.
Mereka bertiga pun masih melanjutkan perjalanannya di kegelapan.
“Bruk!!!”
“Aduhhh..!”
“Trek”
Senter Andi tiba-tiba menyala kembali dan mengarahkan senternya kehadapanya dengan spontan. Ternyata kedua temannya telah kembali.
“Alex...???”
“Andi..???”
“Akhirnya ketemu juga dari tadi. Yaudah kita langsung keluar aja & pulang”
Tapi ketika senter kelima anak itu dinyalakan ternyata tempat itu tampak asing bagi mereka. Ketika Bela melihat ke arah luar jendela “Eh..temen-temen sini, itu kan sekolah kita? Klo itu sekolah kita, berarti kita dimana sekarang?”
Setelah diamati dengan baik, ternyata mereka berada di dalam rumah kosong itu dan tidak dapat keluar lagi untuk selamanya.
            Sejak kejadian itu rumah itu pun hanya menjadi pajangan jalan. Tidak ada jejak mereka yang terlihat keluar dari rumah itu hingga bertahun-tahun berlalu. Hingga sampai sekarang masih dipertanyakan apa yang terjadi dengan mereka di dalam rumah itu? Dan kenapa tiba-tiba koridor sekolah yang mereka masuki menjadi rumah kosong di jalan Glora.
3-Maret-1996 Kisah itu pun tercatat di agenda sekolah.

0 komentar:

Posting Komentar